Tips Menabung Tanpa Riba

Assalamu'alaykum Wr. Wb.


Dewasa ini, bank (konvensional maupun syariah) sudah menjadi satu-satunya wadah masyarakat untuk menabung (membuka tabungan). Selain untuk menabung, bank juga memberikan penawaran-penawaran menarik lainnya seperti KPR rumah, DPLK dan Dana Talangan Haji dan masih banyak lagi. Maka tidak heran bahwa bank sudah menjadi bagian penting dalam bidang perekonomian di masyarakat kita.

Motivasi masyarakat menabung di bank adalah ingin mendapatkan keuntungan. Banyak orang berlomba-lomba menabung dibank yang bunganya besar dengan harapan nantinya mendapatkan keuntungan yang besar. Misal Bambang menabung pada bank B sebanyak Rp 400.000,-. Bila bunga bank 3% per tahun maka jumlah uang bambang setelah satu tahun akan menjadi sebagai berikut: Uang bambang = Rp 400.000,- + ( 3% x Rp 400.000,-) = Rp 400.000,- + Rp 12.000,- = Rp 412.000,-
Atau Uang bambang = ( 100% + 3%) x Rp 400.000,- = Rp 412.000,-



Mari kita tinjau apa itu sebenarnya bunga bank, hukum bunga bank sampai hukum menabung di bank konvensional...

Bunga Bank

Bunga (Interest) yaitu: imbalan yang dibayar oleh peminjam atas dana yang diterimanya, bunga dinyatakan dalam persen (%).

Bank konvensional (bank yang tidak islami) sebagian besar usahanya bergantung kepada bunga. Dimana bank mengumpulkan modal dari dana masyarakat dalam bentuk tabungan, lalu uang yang terhimpun dari dana masyarakat tersebut dipinjamkan dalam bentuk modal kepada suatu pihak. Bank memberikan bunga kepada para penabung dan menarik bungan dari peminjam. Bunga yang ditarik dari peminjam jauh lebih besar daripada bunga yang diberikan kepada pemilik rekening tabungan. Selisih dari dua bunga antara peminjam dan penabung merupakan laba yang diperoleh bank.

Hukum Bunga Bank

Bunga yang ditarik bank dari pihak yang diberikan pinjaman modal atau yang diberikan bank kepada nasabah pemilik rekening tabungan hukumnya haram dan termasuk riba. Karena hakikat bunga adalah pinjaman yang dibayar berlebih. Bank memberikan pinjaman kepada pengusaha dalam bentuk modal, pinjaman tersebut harus dikembalikan dalam jumlah yang sama ditambah bunga yang dinyatakan dalam persen, atau denda yang ditarik bank dari pihak peminjam jika terlambat memayar dalam tempo yang telah ditentukan. Ini jelas-jelas sama dengan riba kaum jahiliyah.

Menabung di bank sekaligus dinamakan simpanan, akan tetapi dalam pandangan fikih akadnya adalah pinjaman. Karena pinjaman (qardh) dalam terminologi fikih berarti menyerahkan uang kepada seseorang untuk dipergunakannya dan dikembalikan dalam bentuk uang senilai pinjaman. Pengertian qardh ini sama dengan tabungan, dimana uang tabungan yang disimpan di bank digunakan oleh bank, kemudian bank mengembalikannya kapanpun dibutuhkan oleh penabung dalam bentuk penarikan uang tabungan.

Akad ini tidak dapat dikatakan wadi'ah (simpanan), karena para ulama mengatakan seperti yang dinukil oleh Ibnu Utsaimin -rahimahullah-, "Para ahli fiqh menjelaskan bahwa bila orang yang menitipkan (uang) memberikan izin kepada yang dititip untuk menggunakannya maka akad wadi'ah berubah menjadi akad qardh".

Bila hakikat menabung di bank adalah akad pinjaman (qardh) maka pinjaman tidak boleh dikembalikan berlebih, bila dikembalikan berlebih dalam bentuk bunga maka bunga ini dinamakan riba. Kaidah fikih menyatakan,
Setiap pinjaman yang memberikan keuntungan bagi pemberi pinjaman adalah riba.
Hukum bahwa bunga bank sama dengan riba merupakan keputusan seluruh lembaga fatwa baik yang bertaraf internasional maupun nasional, sehingga bisa dikatakan Ijma'.

Hukum Menabung di Bank Konvensional

Setelah mengetahui bahwa transaksi simpan-pinjam di bank konvensional adalah transaksi riba, bagaimana hukumnya menabung di bank konvensional?

Hukum menabung di bank konvensional diharamkan, karena transaksi ini adalah riba. Dan riba telah diharamkan Allah dan rasulNya. Jabir radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa, "Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengutuk orang yang makan harta riba, yang memberikan riba, penulis transaksi riba dan dua orang saksi akad riba. Mereka semuanya sama". (HR. Muslim)

Jika seseorang sangat butuh membuka rekening di bank konvensional karena gajinya ditransfer oleh perusahaan ke rekening bank konvensional maka hukumnya diberi keringanan dengan syarat, setelah uang masuk ke rekening tersebut sesegera mungkin menariknya dan jika diberikan bunga oleh bank, bunga tersebut adalah riba yang wajib ia bebaskan dari hartanya dengan cara menyalurkannya untuk kepentingan sosial.

Sebagaimana difatwakan oleh lembaga fatwa kerajaan Arab Saudi No. 16501 ketika ditanya hukum tentang penerimaan gaji para pegawai melalui rekening di bank ribawi, yang berbunyi, "Gaji yang diterima melalui rekening di bank (riba) boleh agar anda mendapatkan upah hasil kerja dengan syarat jangan ditinggalkan di bank setelah masuk ke rekening agar tidak digunakan oleh bank untuk investasi riba".

Tips Menabung Bebas Riba

Setelah mengetahui bahwa hukum menabung di bank konvensional adalah haram, lalu bagaiamana kita bisa menabung? Pertanyaan inilah yang sempat terlintas dipikiran saya pribadi ketika sudah menjadi pegawai. Saya bingung harus menabung dimana karena sebagian besar bank di Indonesia adalah bank ribawi. Bagi sebagian besar orang menganggap remeh masalah ini, tapi tidak dengan saya. Saya ingin harta yang saya dapat dan inshaallah nantinya akan menghidupi keluarga saya adalah harta yang halal dan bebas dari riba.

Beberapa hari yang lalu ada salah satu bank syariah yang menawarkan saya untuk membuka tabungan. Ada dua akad yang ditawarkan dari bank syariah ini diantaranya :

  1. Mudharabah : (Saldo minimal 100rb, dikenakan biaya administrasi, terdapat bagi hasil yang besarnya tidak bisa ditentukan tergantung laba perusahaan). Dari beberapa fasilitas yang ditawarkan sudah jelas disitu terdapat bagi hasil yang besarnya tidak tepat. Memang hukum awal mudharabah adalah mubah (boleh) namun pada kasus diatas hakikatnya sudah berbeda dari pengertian mudharabah. Menurut pengertian awal mudharabah jika ada bagi hasil maka harus ada bagi rugi, artinya entah itu untung maupun rugi ditanggung bersama. Jika hanya terdapat bagi hasil itu sama saja dengan bunga yang besarnya tidak tetap.
  2. Wadi'ah : (Saldo minimal 100rb, tidak dikenakan biaya administrasi, tidak ada bunga maupun bagi hasil). Nah setelah saya pelajari, akhirnya saya cukup yakin untuk membuka tabungan wadi'ah karena rincian-rinciannya menggambarkan bahwa itu benar-benar akad wadi'ah. Besarnya uang yang kita tabung tidak akan berkurang maupun bertambah. Wallahualam bishawab.

Akhirnya saya pilih akad wadi'ah sebagai tabungan saya kelak. Semoga kita semua terhindar dari harta haram dan riba. Semoga bisa sedikit memberi pencerahan kepada teman-teman, terutama yang sudah menitih karir. Aamiin...

Referensi: Harta Haram Muamalat Kontemporer: Dr. Erwandi Tarmizi, MA.


Wassalamu'alaykum Wr. Wb.

Pengalaman Diklat Prajabatan PLN Di Udiklat Pandaan

Assalamu'alaykum Wr. Wb.


Di hari ke-10 (hari terakhir) program pembinaan fisik dan karakter di Pusdikpassus Kopassus Batujajar, saya merasa sangat lega dan bahagia. Akhirnya tahapan awal dari serangkaian program PLN untuk calon pegawai barunya telah usai. Keluar dari Pusdikpassus ibarat bayi yang baru lahir ke dunia dengan menghirup udara segar. Pasalnya, di tahap pertama ini siswa digembleng habis-habisan fisik dan karakternya. Pasti kebayang dong gimana rasanya dilatih sama prajurit baret merah, salah satu satuan elit yang dimiliki TNI AD Indonesia.

Tahap selanjutnya yaitu pengenalan perusahaan yang kebetulan diangkatan saya dilaksanakan di hotel kinasih Bogor. Tidak ada yang berkesan ditahap ini alias biasa-biasa saja. Selama 4 hari, dari pagi sampai sore, kita cuma duduk manis di dalam ruangan mendengarkan materi-materi pengenalan perusahaan. Tak jarang juga saya tertidur ketika pemateri berbicara karena bosan. Pada tahapan ini dijelaskan mengenai proses bisnis yang ada di PLN secara keseluruhan mulai dari pembangkitan sampai ke penyaluran pelanggan. Di setiap materinya, siswa diwajibkan membuat resume sebanyak satu lembar folio yang kemudian dikumpulkan kesokan harinya. Begitu dan seterusnya seperti itu sampai selesai.


Hari terakhir pun tiba, saat-saat yang paling ditunggu pada waktu itu, yakni ketika pengumuman tempat pembidangan diklat prajabatan. FYI, PLN mempunyai beberapa udiklat yang tersebar dari sabang sampai merauke antara lain udiklat pandaan, udiklat cengkareng, udiklat bogor, udiklat semarang, udiklat bogor dan udiklat makassar. Akhirnya, takdir menghendaki saya pembidangan di udiklat pandaan. Rumornya setiap udiklat punya ciri khasnya masing-masing. Tapi saya mencoba mengosongkan pikiran saya akan hal-hal tersebut, agar nanti punya kesan tersendiri. Okey, saatnya beranjak dari hotel kinasih menuju udiklat pandaan :)

KESAN PERTAMA DI UDIKLAT PANDAAN

Kesokan harinya, dengan kondisi hujan lebat, saya tiba di udiklat pandaan. Tiupan peluit yang cukup kencang diikuti teriakan pelatih seketika mengagetkan saya. Dalam hati saya bergumam,"duh, kayaknya ini bakalan jadi Pusdikpassus versi 2". Setelah turun, dua pelatih berbaju loreng-loreng dan bermuka garang memberi perintah kepada kita untuk membuat barisan. Semua barang bawaan diletakkan di depannya masing-masing kemudian diperiksa. Semua gadget juga harus dikumpulkan selama masa pembelajaran, kecuali weekend (bisa diambil dan minggu malam dikumpulkan lagi). Badan yang capek bercampur rasa kesal menghiasi suasana pemeriksaan barang bawaan saat itu. Nah, saat pemeriksaan ada yang kedapatan membawa rokok. Tidak hanya satu, tetapi 5 orang! Beeeeh, kedua pelatih marah-marah dan langsung memisahkan mereka membentuk barisan baru. Kejadian tersebut menimbulkan kesan pertama yang kurang baik dimata pelatih dan pihak pengajaran udiklat pandaan.

Hari demi hari saya lalui dengan kegiatan yang berulang-ulang. Berikut agenda saya setiap harinya dari mulai bangun tidur sampai mata terpejam.
  1. Bangun tidur 
  2. Sholat subuh berjamaah 
  3. Senam pagi
  4. Bersih diri
  5. Makan pagi
  6. Latihan PBB + Yelyel (baru aja mandi, udah keringetan)
  7. Apel pagi
  8. Pelajaran + ishoma dzuhur + isoma ashar
  9. Oraum sore
  10. Bersih diri
  11. Sholat maghrib berjamaah
  12. Makan malam
  13. Yelyel (lagi dan lagi)/penebusan dosa/rapat internal
  14. Apel malam
  15. Tidur
Thats all... 
Awalnya saya merasa kalau ini lebih mirip hidup dipenjara ketimbang pembidangan diklat prajabatan. Kenapa saya bilang begitu? Semua kegiatan sudah diatur, membuat sedikit kesalahan langsung ditindak, keluar diklat sejengkal saja pun tidak diperbolehkan. Tidak ada hal menarik yang bisa dilakukan. Bisa dibayangkan bagaimana rasanya kan -__-.

Kegiatan yang paling suka disini adalah olahraga. Kenapa? Karena saya sendiri pada dasarnya hobi berolahraga. Ada beberapa olahraga yang bisa dimainkan di udiklat pandaan diantaranya voli, fitness, tenis lapangan, tenis meja dan sepak bola. Olahraga yang paling saya suka adalah sepakbola, tapi justru voli dan tenis meja menjadi pilihan yang sering saya mainkan. Tak lupa disela-sela olahraga, sesekali kita ber-selfie bersama. Hahaha (ini nih yang bikin kangen :").


Tapi ada saat yang paling dinanti oleh para siswa, yaitu saat dimana semua gadget dibagikan. Seketika itu pun saya dan teman-teman menjadi generasi "merunduk". Senin sampai jumpa kita sangat peduli dengan teman, musyawarah, bercengkrama bersama tapi saat weekend semuanya berbuah menjadi ansos wkwkwk. Gak ada peduli, pada sibuk sama hpnya sendiri, bodoo amaat! Mungkin hanya hp yang bisa jadi pelampiasan sekaligus hiburan selama masa karantina.

ELECTRICAL FUN OUTBOND

Untuk mengisi kegiatan weekend, pihak pengajaran udiklat memberikan sebuah tanggung jawab untuk angkatan saya berupa acara yang melibatkan anak-anak SD yang tinggal di sekitaran Udiklat. Acara ini diselenggarakan oleh siswa prajabatan PLN angkatan 56 udiklat pandaan. Kebetulan, ketua panitianya adalah saya. Sebuah pengalaman dan kesempatan yang luar biasa untuk saya. Oleh karena acara tersebut, akhirnya dibentuk sebuah susunan kepanitiaan. Berikut sedikit gambaran mengenai acara yang akan kita garap.

Electrical Fun Outbound adalah kegiatan outbound yang bertujuan untuk mengedukasikan siswa sekolah dasar mengenai listrik yang diproduksi oleh PLN. Sedari diri mereka dikenalkan dengan istilah-istilah dan bahaya listrik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian mereka bisa melindungi diri ketika harus melakukan aktifitas yang baku sentuh dengan peralatan listrik.
Selain itu, melalui kegiatan ini juga pln ingin menyampaikan pemahaman mengenai bahaya listrik dan K2/K3 melalui kegiatan oubound yang menyenangkan.

Alhamdulillah, kegiatan ini disambut oleh pihak sekolah dasar yang kami undang. Peserta kegiatan ini terdiri dari siswa kelas 2 SD yang berasal dari salah satu sekolah dasar di daerah dekat Udiklat PLN. Adek-adek kita sangat bersemangat dan penuh motivasi dalam kegiatan outbond ini. Meskipun kegiatan berlangsung dari pagi sampai siang, tak sedikitpun nampak wajah kelelahan dari para siswa. Justru mereka sangat antusias, berjalan sambil bernyanyi dari pos satu ke pos lainnya pada kegiatan outbond tersebut. Walau sesekali ada satu dua siswa yang sedikit nakal tapi itu tidak menjadi kendala bagi panitia. Tugas saya beserta teman-teman juga agar bagaimana kenakalan itu bisa diarahkan pada sesuatu hal yang kreatif. Berikut dokumentasi kegiatan Electrical Fun Outbond (EFO) :

Pembukaan acara 


Pos ke-1 (Mewarnai)


Pos ke-2 (Menyanyi)


Pos ke-3 (Harta karun)


Pos ke-4 (Edukasi K3 Listrik)


Pos ke-5 (Dongeng)


Pemberian hadiah + penutupan



Selain acara EFO di atas, juga ada beberapa acara lagi seperti Perayaan Tahun Baru dan Malam Perpisahan. Saya bersyukur bisa terlibat langsung dalam acara-acara tersebut. Saya bisa lebih saling mengenal teman-teman dan tau karakter mereka masing-masing. Sedih, kecewa, senang, bahagia bercampur aduk perasaan saya selama menjalani masa pembidangan ini. Kalau ditanya pengen diklat disini lagi apa gak, jawabannya ya pasti mau banget lah. Secara, makan gratis, kamar gratis, kegiatan cuman belajar dan belaaaajaaar, dapat uang saku pula. Pandaan memang yang terbaik! Pandaan heemm mantaaab!!!
Next story --> Pengalaman On The Job Training (OJT) Di PT. PLN Rayon Baubau Kota
So, gimana cerita kalian dari udiklat yang lain gaes?...


Wassalamu'alaykum Wr. Wb.

Pengalaman On The Job Training (OJT) Di PT. PLN Rayon Baubau Kota

Assalamu'alaykum Wr. Wb.


On The Job Training atau yang sering disebut dengan istilah OJT merupakan salah satu tahapan seseorang agar dapat diterima sebagai pegawai resmi PT. PLN (Persero) (di beberapa perusahaan lain mungkin sama). Seseorang yang sudah lulus tes penerimaan PT. PLN (Persero) wajib mengikuti serangkaian program yang selanjutnya dijuluki "SISWA" agar bisa resmi diterima sebagai pegawai. Sebelum melaksanakan tahapan OJT, mereka terlebih dahulu harus menyelesaikan beberapa tahapan yakni: Pembinaan Fisik dan Karakter (10 hari), Pengenalan Perusahaan (4 hari) dan Diklat Pembidangan (38 hari). Untuk program OJT itu sendiri harus selesai dalam kurun waktu 45 hari.

OJT merupakan salah satu tahapan program pembelajaran prajabatan yang harus diikuti oleh siswa prajabatan S2/S1/D3 sebelum direkomendasikan untuk diangkat menjadi pegawai PT. PLN (Persero). Dalam program OJT ini diharapkan siswa dapat terpenuhi kebutuhan kompetensi jabatannya khususnya ketrampilan dan sikap kerja sehingga siswa tersebut dapat memenuhi persyaratan kebutuhan kompetensi jabatan sesuai dengan proyeksi jabatan pertama di Perseroan.

Well, kebetulan sekali dan saya sangat bersyukur bisa melaksanakan tahapan OJT di PT. PLN Rayon Baubau Kota. Jujur pertama kali diumumkan penempatan OJT, saya kaget sekaligus sedih karena tempatnya sangatlah jauh. Untuk pertama kalinya saya terbang ke luar Jawa tepatnya di Kota Baubau, Pulau Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara. Bangga rasanya bisa merasakan pengalaman baru yang luar biasa tapi disisi lain juga sedih karena harus meninggalkan kedua orang tua dan orang-orang terdekat untuk sementara waktu. Sebagai seorang laki-laki, merantau merupakan cara yang paling efektif untuk membentuk mental yang kuat. Seperti prinsip saya ini...
Merantaulah, agar engkau mengerti alasan kenapa harus pulang, engkau akan mengerti siapa saja sesungguhnya yang kau rindukan dan merindukanmu. Merantaulah, engkau akan menghargai tiap detik waktu yang kamu lalui bersama ibu, bapak, kakak, adik, ketika kamu pulang ke rumah dan Merantaulah, agar engkau tahu betapa Mahalnya tiket pulang :"
45 hari itu sangat lama, menurut saya. Apalagi kalau kita tidak bisa menikmati tempat baru itu. Seminggu di kota Baubau, saya mulai beradaptasi dengan lingkungannya. Mulai dari kebiasaan warga, tempat-tempat strategis, kuliner khas sampai dengan tradisi yang ada di kota seribu benteng ini. Setelah cukup nyaman beraktifitas disini, saya mulai fokus dengan tujuan awal saya melaksanakan OJT. Pada tahap OJT ini, kita diwajibkan untuk menyelesaikan dua tugas besar yakni Project Assignment (PA) dan Science Technology Olympiad (STO). Untuk seseorang yang baru masuk di dunia kelistrikan PLN, 45 hari pasti tidaklah cukup untuk bisa menyelesaikan dua tugas besar tersebut. Tetapi disitulah tantangannya, kita sebagai siswa dituntut untuk bisa memanfaatkan waktu, potensi, atau apapun yang ada semaksimal mungkin untuk menyelesaikan PA dan STO.

HAL-HAL WAJIB YANG HARUS DIPAHAMI SISWA KETIKA OJT

Berikut beberapa hal yang harus siswa pahami ketika OJT agar dapat menyelesaikan tugas PA dan STO tepat waktu, antara lain :


1. Paham mengenai sistem kelistrikan 



Sistem kelistrikan merupakan hal wajib nomor satu yang harus siswa pahami agar dapat menganalisa kodisi sistem kelistrikan terkini di tempat OJT.

Kondisi sistem kelistrikan di PT. PLN Rayon Baubau Kota :
PT. PLN (Persero) Rayon Baubau Kota berlokasi di Jalan Jendral Sudirman No. 64 Kota Baubau Pulau Buton Provinsi Sulawesi Tenggara. PT. PLN (Persero) Rayon Baubau Kota berada di bawah kendali Area Baubau Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat (Sulselrabar). Rayon Baubau Kota memiliki 11 penyulang (feeder) yang disuplai dari 7 pembangkit. Semua jenis pembangkit yang menyuplai Rayon Baubau kota adalah Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ditambah satu PLTU.

Penyulang (feeder) : Lipu, Lambale, Murhum, WD. Buri, Express 2, Rajawali, Pertamina, Bungi, Baruta, Pahlawan, Batauga.

Pembangkit : PLTU Baruta, PLTD Baubau, PLTD Molona, PLTD Ereke, PLTD Kadatua, PLTD Bonegunu dan PLTD Maligano

Kantor Pelayanan (KP) : KP Batauga, KP Ereke, KP Liabuku, KP Wakalambe, KP Watumotobe, KP Bonegunu, KP Kadatua, KP Molona, KP Maligano.


2. Paham mengenai masalah yang sedang dihadapi

Untuk menentukan judul PA maupun STO, kita harus mengetahui dan memahami masalah penting yang sedang dihadapi sebuah unit. Masalah tersebut biasanya berkaitan dengan KPI (Key Performance Indeks) atau bisa dibilang indikator kinerja sebuah unit. Di Rayon sendiri masalah yang sering dihadapi berupa susut, gangguan penyulang, SAIDI, SAIFI dan Rasio kerusakan trafo distribusi.

Masalah yang dihadapi PT. PLN Rayon Baubau Kota :
Pada tahun 2016, terdapat banyak gangguan yang terjadi pada PLN Rayon Baubau Kota. Gangguan-gangguan tersebut menyebabkan kinerja FGTM (Frekuensi Gangguan Tegangan Menengah) PLN Rayon Baubau Kota tidak tercapai. Faktor yang sangat berpengaruh terhadap kinerja FGTM ini adalah nilai gangguan setiap penyulangnya.

Salah satu kondisi yang sangat berpengaruh terhadap SAIDI & SAIFI adalah seringnya penyulang Batauga mengalami trip yang tembus sampai pangkal. Hal tersebut mengakibatkan daerah padam semakin luas. Dengan daerah padam yang luas akibat koordinasi proteksi yang kurang baik, maka jumlah pelanggan padam juga bertambah banyak sehingga nilai kinerja SAIDI & SAIFI tidak optimal. Selain itu juga akan mengalami kerugian atau kWh tidak terjual yang tinggi.



3. Pahami prosedur K3L saat bekerja di lapangan

Untuk dapat bekerja di lapangan, kita terlebih dahulu harus mengetahui prosedur atau langkah kerjanya. Misalkan dalam penggeantian isolator tumpu pada JTM, kita harus tahu peralatan apa saja yang dibutuhkan, koordinasi sistem, dan peralatan APDnya. Peralatan APD ini dimaksudkan agar kecelakaan kerja dapat diminimalisir mengingat kita bekerja pada jaringan yang suatu saat bisa bertegangan.


FYI, di PLN sendiri sudah sering terjadi kecelakan kerja karena pegawainya yang tidak mentaati prosedur dan K3Lnya. Bahkan dibeberapa kasus, korbannya adalah siswa yang masih dalam masa prajabatan/OJT. Oleh karena itu, standar operasional prosedur sangatlah penting saat melakukan pekerjaan. Sebagai pengawas lapangan, sudah seharusnya kita mengingatkan vendor-vendor yang terkadang tidak mentaati prosedur keselamatan kerja. So, keep safety ya teman. Safety! Safety! Safety! Yess...

Nah, setelah memahami tiga hal di atas inshaallah kita bisa menyelesaikan tugas PA dan STO serta melaksanakan OJT dengan baik dan benar. Sekedar informasi, judul PA saya adalah "PERBAIKAN KOORDINASI RELE PROTEKSI PENYULANG BATAUGA DALAM MENURUNKAN SAIDI SAIFI PLN RAYON BAUBAU KOTA" dan judul STOnya adalah "(PROVIS) PROTECTIVE DEVICE INVENTORY SYSTEM".

Alhamdulillah lulus tanpa revisi :) Satu tips lagi, selain berusaha jangan lupa berdoa dan yang terpenting minta doa kepada orang tua. Karena kita bukan apa-apa tanpa mereka.

Sekian dulu yaaa, semoga pengalaman saya yang sedikit ini bermanfaat untuk temen-temen semua...
Wassalamu'alaykum Wr. Wb.

Terdampar Di Kota Seribu Benteng


Assalamu'alaykum Wr. Wb.


Halo sobat travelers, sudah sampai perjalanan wisata kalian? Sudah ke luar Jawa kah? Jangan ngaku traveler sejati kalau belum keliling Indonesia. Masih banyak tempat indah di pelosok negeri ini. Indonesia memang terkenal dengan pulau-pulau kecil beserta keindahannya. Tersusun dari kurang lebih 17.508 pulau, menjadikan Indonesia kaya akan pesona alamnya. Tak heran banyak wisatan asing datang jauh-jauh ke Indonesia hanya untuk menikmati keindahan alamnya.

Kali ini saya ingin bercerita tentang pengalaman saya terdampar di pulau kecil di belahan tenggara Sulawesi. Pulau dimana saya terdampar ini punya satu kota dengan nama yang unik yakni BAUBAU. Pasti jika sobat dengar nama ini bakalan aneh. Kotanya bau lah, terpencil lah, penduduknya primitif lah, tanggapan yang mungkin terlintas dipikiran kalian. Pertama kali saya menginjakkan kaki di kota ini, terlintas di pikiran kalau pulau ini sangat terpencil. Bandaranya pun tidak seperti bandara pada umumnya. Lebih mirip seperti kantor kecamatan karena untuk ukuran bandara tergolong tidak terlalu luas. Gak ada ojek online, bis, angkot, taksi pun juga jarang-jarang keberadaannya wkwkwk. Hanya ada ojek biasa yang bisa mendampingi kalian saat berkeliling kota Baubau.

Namun, terlepas dari semua kekurangan tersebut pulau ini justru mempunyai daya tarik sendiri untuk para pelancong. Kota Baubau ini dijuluki sebagai kota seribu benteng. Kenapa demikian ? 

MENILIK SEJARAH KOTA BAUBAU

Kota ini merupakan pusat dari Kerajaan bernama Buton atau Wolio yang berdiri pada saat awal abad ke-15. Tercatat pada naskah bernama Negarakretagama yang dikarang oleh Prapanca pada tahun sekitar 1365 Masehi dengan sebutannya sebagai Butuni atau Negeri Keresian. Dengan kata lain, merupakan tempat atau desa, dimana para resi tinggal. Rajanya memiliki gelar sebutan Yang Mulia Mahaguru.

Banyak warisan dari Kerajaan Buton hingga Kesultanan Buton yang hingga sekarang dapat disaksikan, seperti misalnya peninggalan sejarah hingga naskah kuno yang disimpan oleh garis keturunan Laode atau Waode yang ada di Pulau Buton. Tapi yang paling terkenal dari warisan kerajaan Buton adalah Benteng Buton yang juga merupakan benteng terbesar di dunia. Karena peninggalan itulah kota Baubau mendapat gelar kota Seribu Benteng.

Namun sayang, banyak dari warisan tersebut dibawa pada saat masa penjajahan, yaitu oleh bangsa Belanda. Namun wilayah dari bekas kerajaan Buton ini masih dapat ditemukan diantaranya di Kota Baubau.


WISATA ALAM KOTA BAUBAU

Selain terkenal dengan sejarahnya, kota seribu benteng ini juga kaya akan tempat-tempat eksotis yang wajib disinggahi oleh para pendatang. Berikut beberapa tempat yang patut dikunjungi :

  1. Pantai NIRWANA. Pantai yang sudah jadi primadona di Kota BauBau ini, sangatlah mudah dijangkau. Dengan perjalanan darat, hanya sekitar 15 menit dari pusat kota Bau Bau, atau hanya beberapa menit dari Bandara Betoambari. Selamat berwisata untuk Anda semua.Pantai ini juga memiliki pemandangan matahari terbaik, saat terbit “sunrise” maupun terbenam “sunset”.Yang pasti, Pantai Nirwana menyajikan keindahan alam yang lengkap, di atas dan di bawah permukaan air laut. 
    Pesisir Nirwana
  2. Air Terjun TIRTA RIMBA. Ya, sebagian besar Penduduk setempat menyebut air terjun Tirta Rimba ini, dengan sebutan “Air Jatuh”. Namun apapun namanya, wisata air terjun ini yang memiliki ketinggian sekitar 6 meter dan lebar sekitar 5 meter tersebut, bisa membuat anda semakin enjoy berwisata. 
    Air Terjun Tirta Rimba
  3. Cagar Alam WAKONTI. Tempat wisata menarik lainnya yang wajib anda kunjungi saat berkunjung ke Baubau adalah objek hutan lindung di kawasan Wakonti yang hanya berjarak 6 kilometer dari pusat Kota Baubau. Di tempat ini selain memiliki panorama alam yang sangat indah dan alami juga terdapat tempat penelitian berbagai pohon langka dan Anggrek Liar serta hewan langka seperti Kuskus, Kera, Berbagai jenis burung, Kakatua dan juga Kupu-kupu. Di Cagar Alam Wakonti anda juga dapat menemukan pohon langka yaitu Pohon Loreng yang warna pohonnya sama persis dengan seragam tentara. 
    Cagar Alam Wakonti
  4. Pemandian Alam BUNGI. Pemandian Alam Bungi adalah salah satu tempat wisata alam menarik yang dapat anda kunjungi saat berlibur ke Kota Baubau. Sebenarnya tempat ini merupakan tempat warga sekitar melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan sungai. Namun lama-kelamaan banyak warga tetangga desa lainnya berkunjung ke tempat Pemandian Alam Bungi untuk merasakan kesegaran airnya yang bening. Pada hari libur dan menjelang sore hari banyak wisatawan berkunjung ke tempat ini untuk merasakan segarnya air sungai serta mengunjungi Air Terjun Tirta Rimba yang jaraknya saling berdekatan. 
    Pemandian Bungi

Itu tadi beberapa tempat wisata alam di kota Baubau. Masih ada banyak sekali tempat indah lainnya yang belum sempat saya kunjungi. 

Nah, tidak semua makna terdampar itu menyedihkan bukan? Apalagi kalau sobat traveler terdampar di kota semacam kota Baubau ini. Bisa jadi sobat enggan untuk kembali karena terlalu banyak keindahan alam yang ditawarkan di sini. So, semoga sedikit cerita saya di atas dapat menarik para wisatawan lokal maupun manca negara agar datang ke kota Baubau, kota seribu benteng.
Wassalamu'alaykum Wr. Wb.

Belajar Fiqih Muamalat #1 : Urgensi Memahami Harta Haram

Assalamu'alaykum Wr. Wb.


Dalam kegiatan kita sehari-hari, pastilah tidak terlepas dengan yang namanya muamalat. Ketika kita melakukan jual-beli di pasar, menabung uang di bank, kredit rumah, bahkan berbelanja di toko online yang akhir-akhir ini sudah semakin populer. Salah satu tujuan manusia hidup di dunia ini adalah mengumpulkan harta sebanyak mungkin agar bisa hidup layak dan tenang di kemudian hari. Pada saat itu orang-orang sudah tidak peduli lagi dari mana mereka mendapatkan harta, entah itu halal atau haram.



Yang dimaksud dengan harta haram, yaitu: setiap harta yang didapatkan dari jalan yang dilarang syariat. Adapun yang dimaksud muamalat adalah: hukum syariat yang berkaitan dengan hubungan manusia satu dengan lainnya. Dan untuk hal yang berkenaan harta (jual-beli, sewa menyewa, warisan dan lain sebagainya) biasanya ditambahkan kata "maaliyyah" yang berarti harta. Akan tetapi, belakangan kata muamalat konotasinya adalah muamalat maaliyyah.

Di zaman sekarang ini manusia berlomba-lomba menambah harta kekayaan dengan cara apapun. Tanpa disadari harta yang mereka kumpulkan telah tercampur dengan harta haram. Orang-orang sering menganggap bahwa harta halal maupun haram itu sama saja, yang penting mereka bisa hidup dan menghidupi keluarga dengan harta itu.

Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda:
"Akan datang suatu masa, orang-orang tidak peduli dari mana harta dihasilkannya, apakah dari jalan yang halal atau dari jalan yang haram". [HR. Bukhari].

Menurut hadist di atas, orang-orang tersebut dikelompokkan menjadi 2 :

1. Sebagian manusia tidak pernah peduli dengan kaidah rabbani dalam mencapai tujuan mencari harta, kelompok ini dianjurkan untuk memeriksa kembali akidah mereka, dimana mereka telah menjadikan dinar dan dirham sebagai tuhannya dan tidak mengindahkan peraturan Allah.

Mereka bukan lagi hamba Allah yang patuh dan tunduk dengan perintahNya, karena tautan hati mereka terhadap harta menyamai bahkan melebihi hubungan mereka terhadap Allah, bila berbenturan antara keuangan niaga dan syariat Allah niscaya perintah Allah dikesampingkan. Mereka tidak meyakini rezki mereka berasal dari Allah, mereka mengira bahwa pencapaian-pencapaian dunia mereka murni karena keahlian mereka berniaga, mereka berujar seperti ucapan Karun:

Karun berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku". [Al Qashash:78]

Padahal Allah telah berfirman:

"Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu; maka mintalah rezki itu disisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya". [Al Ankabut:17]

2. Sebagian lagi, orang-orang yang masih memiliki dhamir (hati) yang peka, akan tetapi karena mereka sedari kecil tidak pernah mengerti dan mempelajari ketentuan Allah tentang muamalat, kelompok ini mau tidak mau akan melanggar syariat Allah saat mengumpulkan harta karena ketidaktahuannya. Mereka adalah orang yang dimaksud oleh Ali bin Abi Thalib:

"Barang siapa yang melakukan perniagaan sebelum sebelum mempelajari fikih (muamalat) dia akan terjerumus ke dalam riba, dia akan terjerumus dan terjerumus". [Sebagaimana dinukil oleh Abu Layts, Tanbih Al Ghafilin, hal. 364]
Baca juga : Tips Menabung Tanpa Riba


Referensi: Buku Harta Haram Muamalat Kontemporer: Ust. Dr. Erwandi Tarmizi, MA


Wa'alaykumsalam Wr. Wb.

Cerita Dibalik Wisuda #114

Assalamu'alaykum Wr. Wb.


Hallo,apakabar teman-teman ? Ini post terbaru saya setelah resmi menyandang gelar Amd di bidang teknik elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Yap, akhirnya setelah 3 tahun kuliah saya bisa lulus tepat waktu dan Alhamdulillah Cumlaude. Dibalik suka cita dan euforia wisuda tersimpan cerita yang jika saya tulis semua pasti tidaklah cukup haha #ceritawisuda #wisuda114 #vivatits

Kuliah di teknik elektro memang susah dan bikin saya ngeluh terus, dapet nilai A atau B buat saya sendiri sangat susah. Awalnya saya memang tidak begitu tertarik dengan jurusan elektro sendiri, pasalnya setelah lulus SMA 3 tahun lalu saya berkeinginan masuk jurusan teknik kimia. Tapi yaah sudahlah, saya sadar kalau yang terbaik buat saya belum tentu Allah suka dan sebaliknya. Di awal kuliah dulu, saya sering mengeluh dalam hati karena tugas kuliah yang menumpuk ditambah lagi dengan PENGKADERAN! Siapasih yang gak tau dengan istilah pengkaderan hahaha. Apalagi kalau kamu kuliah di ITS, pengkaderan merupakan something yang suka tidak suka pastilah akan menjadi kebutuhanmu. Saya mencoba menikmati hari-hari saya selama kuliah. Begadang ngerjain laporan praktikum yang cuman dikasih waktu sehari buat asistensi, telat asistensi bisa di SP (Surat Peringatan), aktif organisasi dan kegiatan kampus, ngerjain tugas akhir selama setahun yang menguras tenaga, pikiran, dan waktu. Ditambah lagi tugas individu kuliah yang setiap harinya tak kunjung reda, terus saja datang namun tak tau kapan ujungnya wkwkwk.

Saya bersyukur banget bisa kuliah di D3 Teknik Elektro ITS karena bisa mencicipi nikmatnya mata kuliah PLC. Nikmat jare -_- wakaka. Hampir sama sebetulnya dengan mata kuliah yang lain, hanya saja dosennya itu lho greget gawe pool. Dosen saya yang satu ini merupakan dosen paling ditakuti dan gak pernah kompromi kalau soal nilai. Jika esok ada praktikum PLC, hampir semua mahasiswanya lembur/begadang demi kelancaran praktikum. Bagaimana tidak?Jika salah prosedur sedikit saja atau tidak mengerti apapun saat praktikum mutlak hangout lah haha :” Pokoknya rugi dirasa kalau belum pernah mengikuti mata kuliah yang satu ini.

Saya merupakan tipe orang yang gak bisa terpatok oleh nilai dan angka. Saya percaya bahwa nilai, IPK, dan angka-angka lainya gak menjamin apapun. Cuman kebanyakan orang di luar sana menganggap bahwa sesorang yang mendapat angka rendah adalah orang yang bodoh. I don’t think so! Well, angka-angka tersebut gak menjamin kamu pinter dan gampang dapet kerja kok guys. Buktiin aja sendiri nanti yaa :D

Selama kuliah, saya bersyukur banyak mendapatkan pengalaman hidup. Saya pernah dikader habis-habisan lebih tepatnya dipisuhi ntek-ntekan karena waktu komunal dulu saya pernah melakukan kesalahan yang bikin senior marah banget. Saya pernah ngerasain gimana rasanya laporan praktikum disobek-sobek sama asisten lab, beeehhh sakiiit banget, ngerjain pagi siang malam, tidur tak nyenyak makan pun tak enak. Saya pernah ngerasain tidur, mandi, seharian di kampus gara-gara ngerjain tugas akhir. Dari segi organisasi, saya merasa cukup puas dan bersyukur bisa menikmati berbagai even yang udah dibuat bareng sama teman-teman. Dari mulai saya menjadi anggota, kemudian koordiv dan akhirnya ketua umum pun pernah saya cicipi. Komplitkan ! Saya juga pernah ngerasain jadi pengajar sukarela jenjang SD-SMP di berbagai daerah deket kampus. Ngajarin anak-anak susah banget lhoo, jadi jangan suka ngeremehin perempuan yaa, mereka yang nanti bakal ngurusin anak-anak kita para kaum adam. Ah, rasanya masih banyak hal yang ingin saya ceritakan selama kuliah. Sekali lagi, gak bakal cukup dan pasti bikin kalian bosen baca nanti hehehe
.
Masa-masa tersulit saya adalah ketika Negara TA menyerang. Tugas akhir, tugas yang paling akhir, tugas yang akan menentukan apakah kalian layak diwisuda atau tidak, tugas yang cuman diuji selama sehari tapi ngerjainya bisa sampe setahun sampe jungkir balik pula. Alhamdulillah saya tidak sendirian menjalaninya. Saya ditemani sesosok wanita yang (luarbiasa) sabar menghadapi perilaku saya. Sesosok wanita yang selalu mengingatkan deadline2 penting, selalu membangunkan saya, dan yang terpenting sabar hahaha. Saya sangat berterimakasih sudah menjadi partner TA yang baik. Naaahhh, akhirnya setelah selesai sidang bulan maret lalu, saya harus menunggu beberapa minggu untuk yudisium dan dari yudisium, saya harus nunggu lagi beberapa minggu lagi untuk wisuda. Alhamdulillah semuanya terlewati juga, plong banget deh. Nih foto-foto ketika wisuda saya bareng teman-teman, yuhuu!





Terimakasih untuk segalanya, yang pertama untuk Allah SWT yang selalu memberi kemudahan, kelancaran dan kesehatan selama saya kuliah, kedua untuk keluarga tercinta yang selalu mensupport saya dari segi finansial maupun motivasi, untuk dosen dan karyawan yang ikut andil demi kelancaran proses kuliah, dan tak lupa kepada teman-teman saya tercinta dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Saya lega karena satu tahapan di hidup saya selesai dan akan melanjutkan ketahap berikutnya! Chaiyoooooo….


Wa'alaykumsalam Wr. Wb.